PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RPP MENDALAM BERBASIS TAKSONOMI SOLO DAN STEM BAGI GURU SMA
Keywords:
pembelajaran mendalam, RPP, Taksonomi SOLO, STEM, pendampingan guruAbstract
Kualitas perencanaan pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Namun, masih ditemukan guru yang mengalami kesulitan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mendukung pembelajaran mendalam serta mengintegrasikan Taksonomi SOLO dan pendekatan STEM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA PGRI 1 Palangka Raya dalam menyusun RPP mendalam berbasis Taksonomi SOLO dan STEM. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan pelatihan, praktik dan pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2026 dengan melibatkan guru dari berbagai mata pelajaran di SMA PGRI 1 Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, serta evaluasi hasil perangkat pembelajaran yang disusun peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep pembelajaran mendalam, Taksonomi SOLO, dan STEM. Guru mampu merumuskan tujuan pembelajaran yang lebih terukur, menyusun aktivitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta mengembangkan asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan RPP yang mengintegrasikan prinsip pembelajaran mendalam, Taksonomi SOLO, dan STEM sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu. Respons peserta terhadap kegiatan juga menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi karena materi dan pendampingan yang diberikan dinilai relevan dengan kebutuhan profesional guru. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.