REVITALISASI CERITA RAKYAT KALIMANTAN TENGAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR KONTEKSTUAL DI SEKOLAH

Authors

  • Liberti Natalia Hia Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia Author
  • Yudi Susanto Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia Author
  • Kukuh Wurdianto Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia Author
  • Novaria Marissa Program Studi Pendidikan Geografi, FKIP, Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia Author
  • Novita Chandra Wijaya Program Studi Agribisnis, FAPERTA, Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia Author

Keywords:

cerita rakyat, kearifan lokal, pembelajaran kontekstual, sekolah dasar, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang memiliki nilai edukatif dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual di sekolah dasar. Namun, hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa pemanfaatan cerita rakyat Kalimantan Tengah dalam pembelajaran oleh guru sekolah dasar di Kabupaten Katingan masih relatif terbatas. Guru cenderung menggunakan buku teks sebagai sumber belajar utama dan belum memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan bahan ajar berbasis budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi, mengembangkan, dan memanfaatkan cerita rakyat Kalimantan Tengah sebagai sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan partisipatif yang dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan pelatihan, praktik dan pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Program dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2026 dengan melibatkan guru sekolah dasar di Kabupaten Katingan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, serta evaluasi terhadap produk pembelajaran yang dikembangkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai pembelajaran kontekstual dan pemanfaatan cerita rakyat sebagai sumber belajar. Guru berhasil mengembangkan berbagai produk pembelajaran berupa modul ajar, bahan ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan media pembelajaran berbasis cerita rakyat Kalimantan Tengah. Selain itu, peserta mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan pendidikan karakter ke dalam perangkat pembelajaran yang disusun. Respons peserta terhadap kegiatan berada pada kategori sangat baik dan menunjukkan tingginya antusiasme dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, kegiatan revitalisasi cerita rakyat Kalimantan Tengah terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendidikan di sekolah dasar.

Downloads

Published

2026-07-30