Pola Rekrutmen Calon Anggota Legislatif Partai Gerakan Indonesia Raya Di Kabupaten Kapuas

Authors

  • Kur Junaidi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Palangka Raya Author
  • Marwan Susanto Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Palangka Raya Author

DOI:

https://doi.org/10.54683/aeg6fr32

Keywords:

Pola Rekrutment, Caleg, Gerindra, Partai Politik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola rekrutmen calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kab/Kota dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di daerah Kabupaten Kapuas. Disamping itu untuk mengetahui upaya partai Gerindra untuk meningkatkan kualitas caleg yang mereka usung, dan kesesuaian pola rekrutmen yang dilakukan partai Gerindra dengan demokrasi prosedural.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive, yakni dengan kriteria orang yang terlibat langsung dengan proses rekrutmen partai Gerindra. Sebagai subjek penelitian ini yaitu ketua kantor DPC Gerindra Kabupaten Kapuas, anggota Badan Seleksi Partai Gerindra Kabupaten Kapuas. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi dengan teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan cross check. Teknik analisis data secara induktif, meliputi reduksi data, kategorisasi, display data dan kesimpulan.

Penelitian dilakukan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Kapuas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Partai Gerindra seleksi awal menggunakan test kegerindraan, wawancara umum tentang ketugasan dewan, dan tes psikologis, b) Partai Gerindra merekrut Bacaleg baik kader maupun non-kader, c) Partai Gerindra, posisi caleg perempuan dan laki-laki sama, semua dinilai murni dari kapabilitas yang mereka miliki, d) Upaya Partai Gerindra untuk meningkatkan kualitas calegnya adalah dengan kaderisasi untuk anggotanya dan berbagai program terkait pendidikan politik untuk masyarakat luas, e) Secara umum pola rekrutmen yang dilakukan Gerindra sudah sesuai dengan demokrasi prosedural, hanya saja terdapat perbedaan dalam implementasinya.

Downloads

Published

2019-08-08

Similar Articles

1-10 of 91

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)