Fenomologi Sosial Suku Dayak Maanyan

Authors

  • Effrata Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas PGRI Palangka Raya Author

DOI:

https://doi.org/10.54683/s14p5088

Keywords:

Culture, Dayak Maanyan

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana system religi dan kepercayaan pada suku Dayak Maanyan dan system kesenian yang ada di Suku Dayak Maanyan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomologi, yakni pendekatan penelitian yang mendalam untuk mengungkap masalah berdasarkan fenomena dan peristiwa yang terjadi. Hasil Sistem religi atau kepercayaan dan kesenian saling berkaitan erat, dimana dalam setiap ritual masyarakat juga terdapat seni yang melengkapinya, dalam sistem religi kepercayaan Asli Dayak Maanyan, Tuhan disebut Talamana Tuah Hukat (Alatala) sebagai penguasa tertinggi, membawa keselamatan dan kehidupan. Dimana dalam sistem religi juga terdapat nama-nama pemimpin ritual yang wajib ada dalam ritual yaitu seperti wadian, wadian terdiri dari wadian matei yaitu pemimpin ritual untuk upacara kematian, da nada juga wadian welum, yaitu pemimpin ritual upacara untuk orang sakit atapun orang yang ingin berobat. 

Selain sistem religi juga terdapat sistem kesenian, Orang Dayak walaupun dalam kehidupan yang agak sederhana, ternyata sangat gemar akan kesenian. Menurut Riwut (1958) kesenian yang di miliki oleh orang Dayak di Kalimantan berupa seni: (1) tari; (2) suara; (3) ukir; dan (4) seni lukis.

Downloads

Published

2022-02-07

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)